Mengajar di Daerah 3T Bukan Perkara Mudah
Menjadi guru di daerah 3T bukanlah pekerjaan yang selalu mudah. Ada banyak keterbatasan yang kami hadapi. Akses menuju sekolah tidak selalu mudah. Fasilitas pembelajaran belum lengkap. Jaringan komunikasi dan internet tidak selalu tersedia. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga murid juga sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, guru dituntut untuk lebih kreatif.
Kami tidak selalu dapat mengandalkan teknologi. Ketika internet tidak tersedia, pembelajaran harus tetap berlangsung. Ketika fasilitas media pembelajaran terbatas, lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar.
Batu dapat digunakan untuk belajar berhitung. Daun dapat digunakan untuk mengenal bentuk, warna, dan bagian tumbuhan. Kayu dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga. Benda-benda yang dekat dengan kehidupan anak dapat menjadi media untuk menjelaskan konsep yang mungkin sulit dipahami jika hanya disampaikan melalui buku. Keterbatasan fasilitas seharusnya tidak membuat guru kehilangan kreativitas, justru dalam keterbatasan, seorang guru dituntut untuk menemukan cara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








