Mengapa Saya Melarang Guru Membawa HP ke Dalam Kelas?

Kontributor : Ani Tunliu Editor: Redaksi
IMG 20260816 103405

Kami membaca secara perlahan. Mengenalkan kembali huruf, suku kata, kata, kemudian kalimat sederhana. Kami menggunakan kata-kata yang dekat dengan kehidupan anak. Kemajuannya tidak selalu cepat. Hari ini ia bisa membaca beberapa kata. Besok ia mungkin lupa lagi, tetapi saya belajar bahwa kemajuan kecil bagi seorang anak yang tertinggal bisa menjadi kemenangan besar.

Ketika seorang anak akhirnya mampu membaca satu kalimat setelah berulang kali mencoba, yang sedang tumbuh bukan hanya kemampuan membacanya. Di sana sedang tumbuh pula rasa percaya dirinya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Sekolah Bukan Sekadar Pengelola Administrasi

Pengalaman tersebut semakin meyakinkan saya bahwa kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi pengelola administrasi. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran. Artinya, perhatian kepala sekolah tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, kehadiran guru, atau berbagai laporan sekolah.

Kepala sekolah juga harus bertanya:

Apakah murid benar-benar belajar?

Apakah anak yang belum bisa membaca sudah mendapatkan pendampingan?

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  SMPN 2 Kupang Timur Tanamkan Jiwa Nasionalisme Lewat Lomba Kreatif
  • Bagikan