Kami membaca secara perlahan. Mengenalkan kembali huruf, suku kata, kata, kemudian kalimat sederhana. Kami menggunakan kata-kata yang dekat dengan kehidupan anak. Kemajuannya tidak selalu cepat. Hari ini ia bisa membaca beberapa kata. Besok ia mungkin lupa lagi, tetapi saya belajar bahwa kemajuan kecil bagi seorang anak yang tertinggal bisa menjadi kemenangan besar.
Ketika seorang anak akhirnya mampu membaca satu kalimat setelah berulang kali mencoba, yang sedang tumbuh bukan hanya kemampuan membacanya. Di sana sedang tumbuh pula rasa percaya dirinya.
Kepala Sekolah Bukan Sekadar Pengelola Administrasi
Pengalaman tersebut semakin meyakinkan saya bahwa kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi pengelola administrasi. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran. Artinya, perhatian kepala sekolah tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, kehadiran guru, atau berbagai laporan sekolah.
Kepala sekolah juga harus bertanya:
Apakah murid benar-benar belajar?
Apakah anak yang belum bisa membaca sudah mendapatkan pendampingan?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








