Disiplin yang Dibangun melalui Kesepakatan
Tentu, sebagai kepala sekolah saya tidak ingin membangun budaya disiplin dengan tangan besi. Kami berdiskusi dan menyusun kesepakatan bersama. Kami membicarakan waktu kehadiran, tanggung jawab guru, persiapan pembelajaran, serta komitmen terhadap mutu pendidikan. Dengan cara itu, disiplin tidak semata-mata dipahami sebagai perintah kepala sekolah. Disiplin menjadi kesepakatan bersama.
Ada satu pengalaman yang cukup menarik dari kebijakan penggunaan HP ini. Ketika saya sedang berada di kota untuk urusan kedinasan, terkadang saya membutuhkan dokumen atau data sekolah dari guru secara mendesak. Namun, karena guru sedang mengajar dan aturan penggunaan HP tetap kami jalankan, saya harus menunggu sampai jam istirahat. Secara administratif, situasi tersebut terkadang membuat pekerjaan saya sedikit lebih lambat, tetapi di sisi lain, saya justru melihat sesuatu yang membanggakan. Guru-guru memegang komitmen yang telah disepakati, mereka memilih untuk menghormati waktu belajar murid. Bagi saya, itu bukan sekadar persoalan HP. Itu adalah persoalan integritas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
