Momen itu kembali mengingatkan saya bahwa tugas guru bukan membuat semua murid mendapatkan jawaban dengan cepat. Tugas guru adalah menemani mereka sampai berani mencari jawaban.
Jangan Membuat Keterbatasan Menjadi Identitas
Pengalaman di kelas membuat saya semakin tidak ingin menggunakan keterbatasan sebagai ukuran terhadap masa depan murid.
Mereka mungkin belajar dengan fasilitas yang belum lengkap. Mereka mungkin tidak memiliki akses yang sama dengan anak-anak di kota. Namun, kondisi tempat mereka belajar tidak seharusnya menjadi identitas yang membatasi mimpi mereka.
Anak daerah bukan anak dengan masa depan yang tertinggal. Mereka hanya tumbuh dalam konteks yang berbeda. Karena itu, yang mereka butuhkan bukan rasa kasihan, melainkan kesempatan.
Kesempatan untuk bertanya. Kesempatan untuk mencoba. Kesempatan untuk salah. Kesempatan untuk mendapatkan pendampingan. Dan yang paling penting, kesempatan untuk percaya bahwa mereka mampu.
Di sinilah guru mempunyai peran besar. Guru tidak selalu bisa menghadirkan fasilitas yang lengkap. Tetapi guru masih bisa menghadirkan harapan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








