Ketujuh, Mengacu pada Firman Tuhan bahwa Tuhan telah menciptakan segalanya baik adanya. Segala ciptaan yang telah baik ini kemudian dirusakan oleh kepongahan manusia sendiri. Kemajuan ilmu pengetahuan modern, tidak hanya membebaskan, namun ternyata juga berdaya rusak tinggi. Kekuatan memanipulatif kekuasaan Allah, bukannya semakain membuat manusia menjadi baik, namun kemajuan itu menimbulkan kemerosotan moral, menjadi simpang, keropos, rusak, sakit-sakitan, bahkan kemajuan iptek justeru memproduksi makanan-minuman berkadar kimiahwi tinggi, berbalik menjadi perusak dan pembunuh masal kehidupan yang pada esensi ciptaan itu, baik adanya. Kerusakan relasi dasar ini, menjadi pemicu dasar kerusakan relasi sosial antar manusia, relasi sosial dengan alam ciptaan melalui teknologi-teknologi manipulatif yang berdaya rusak tinggi.
Saatnya butuh sikap pertobatan masal, bermetanoia, berpalinglah dan berselaras citra dengan Tuhan, Sang Pencipta dan asal segalanya yang baik. *Immediately turn to God, the creator, the origin of everything.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









