PRODUK NON ORGANIK, PEMUSNAH KEHIDUPAN

Kontributor : LUKAS ONEK NAREK, SH Editor: Redaksi
produk-non-organik

Sesungguhnya menjadi pertanyaan reflektif bagi semua kita. Mengapa orang tua-tua, nenek moyang dulu kurang penyakita ? Badannya besar-besar, tinggi-tinggi dan kekar-kekar ? Umurnya pun panjang-panjang, hingga mencapai ratusan tahun ?

Berbanding generasi sekarang yang hidupnya kian singkat dan pendek usianya. Angkatan ini dan anak-cucu kropos dan penyakitan. Rentan terpapar beragam penyakit menggelisakan. Para ahli kesehatan pusing tujuh keliling melakukan studi dan kajian tak berujung waktu. Seusai menemukan solusi terhadap yang satu, muncul jenis penyakit baru yang aneh membingungkan. Ada apa dengan semuanya ini ?

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Refleksi dan pemenungan terus berlanjut. Pertanyaan demi pertanyaan : dosa dan salah siapa…?

“Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa; atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita tanya pada rumput yang bergoyang”,_* begitu mendalam pesan syair lagu dari *Ebiet G Ade* menjadi pesan reflektif bagi semua kita.

Semua fenomena kehidupan dan kematian manusia sesungguhnya karena ula manusia itu sendiri. Telah dengan sengaja tauh dan mau membunuh diri sendiri, menghabisi orang lain dan merusak alam lingkungan-rumah kehidupannya sendiri. Telah lenyap harmonisasi hidup dan kehidupan, antar manusia sendiri; rusaknya relasi manusia dengan alam lingkungannya dan manusia dengan Tuhan-nya. Manusia sendiri telah mengkhianati dan merusak hadia terbesar TUHAN sang Pencipta, bahwa segala yang diciptakan-Nya, baik adanya.

Baca Juga :  Orang Timor Mengutus Putera Tunggalnya dalam Politik Demokrasi Gotong Royong Flobamorata
  • Bagikan