Sesungguhnya menjadi pertanyaan reflektif bagi semua kita. Mengapa orang tua-tua, nenek moyang dulu kurang penyakita ? Badannya besar-besar, tinggi-tinggi dan kekar-kekar ? Umurnya pun panjang-panjang, hingga mencapai ratusan tahun ?
Berbanding generasi sekarang yang hidupnya kian singkat dan pendek usianya. Angkatan ini dan anak-cucu kropos dan penyakitan. Rentan terpapar beragam penyakit menggelisakan. Para ahli kesehatan pusing tujuh keliling melakukan studi dan kajian tak berujung waktu. Seusai menemukan solusi terhadap yang satu, muncul jenis penyakit baru yang aneh membingungkan. Ada apa dengan semuanya ini ?
Refleksi dan pemenungan terus berlanjut. Pertanyaan demi pertanyaan : dosa dan salah siapa…?
“Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa; atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita tanya pada rumput yang bergoyang”,_* begitu mendalam pesan syair lagu dari *Ebiet G Ade* menjadi pesan reflektif bagi semua kita.
Semua fenomena kehidupan dan kematian manusia sesungguhnya karena ula manusia itu sendiri. Telah dengan sengaja tauh dan mau membunuh diri sendiri, menghabisi orang lain dan merusak alam lingkungan-rumah kehidupannya sendiri. Telah lenyap harmonisasi hidup dan kehidupan, antar manusia sendiri; rusaknya relasi manusia dengan alam lingkungannya dan manusia dengan Tuhan-nya. Manusia sendiri telah mengkhianati dan merusak hadia terbesar TUHAN sang Pencipta, bahwa segala yang diciptakan-Nya, baik adanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








