Teman Baru Bernama Abjad: Ketika Huruf Menjadi Jalan Menuju Percaya Diri

Kontributor : Marce Taneo Editor: Redaksi
IMG 20260812 WA0006

Namun, saya juga belajar untuk berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Saya tidak dapat mengatakan bahwa kartu huruf saja menyebabkan seluruh perubahan tersebut. Pengalaman ini bukan penelitian eksperimen dengan kelompok pembanding. Ada banyak faktor yang mungkin berkontribusi, termasuk pengulangan, interaksi guru dan murid, latihan, suasana kelas, serta meningkatnya kepercayaan diri anak.

Yang dapat saya katakan berdasarkan pengalaman kelas adalah bahwa kombinasi media sederhana, latihan teratur, keterlibatan aktif, dan dukungan emosional guru memberikan ruang bagi anak untuk berkembang dari titik awal mereka.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Data Bukan untuk Melabeli Anak

Ada satu pelajaran lain yang saya dapatkan dari data tersebut. Data hasil belajar tidak seharusnya digunakan untuk memberi cap kepada anak sebagai “pandai” atau “tidak pandai”. Data seharusnya menjadi kompas bagi guru.

Ketika seorang anak sudah mengenal 26 huruf, guru dapat mulai memberikan tantangan berikutnya, misalnya menghubungkan huruf dengan bunyinya dan mengeja suku kata sederhana.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  631 Guru PPPK Belum Tersertifikasi, Bupati Kupang Siap Kawal Langsung ke Kementerian
  • Bagikan