Teman Baru Bernama Abjad: Ketika Huruf Menjadi Jalan Menuju Percaya Diri

Kontributor : Marce Taneo Editor: Redaksi
IMG 20260812 WA0006

Bagi saya, pembelajaran literasi dasar bukan hanya tentang memindahkan pengetahuan dari kepala guru ke kepala murid. Pembelajaran juga menyangkut bagaimana membangun keberanian anak untuk berhadapan dengan sesuatu yang belum mereka kuasai.

Anak yang takut salah akan cenderung menghindari kesempatan untuk mencoba. Sebaliknya, ketika anak merasa aman dan dihargai, ia memiliki ruang untuk terus berlatih. Karena itu, setiap kemajuan kecil saya rayakan. Satu huruf yang berhasil dikenali adalah kemajuan. Satu huruf yang tidak lagi tertukar adalah kemajuan. Satu suku kata yang berhasil dieja adalah kemajuan. Dan satu langkah kecil menuju papan tulis dengan penuh keberanian juga merupakan kemajuan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari Tujuh Murid, Mulai Terlihat Perubahan

Pada awal pembelajaran, dari 25 murid kelas I, terdapat 7 murid yang belum mengenal abjad dengan baik.

Setelah kurang lebih satu bulan strategi pembelajaran diterapkan secara konsisten, mulai terlihat perkembangan pada ketujuh murid tersebut.

Dari tujuh murid tersebut: 4 murid atau 57,1% telah mengenal 26 huruf abjad. 2 murid atau 28,6% telah mampu membedakan huruf b, d, p, dan q. 1 murid atau 14,3% telah mampu mengeja kata sederhana.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Era Digital: Apakah Buku Masih Menjadi Pilihan Utama.?
  • Bagikan