Pendekatan pembelajaran huruf yang menggabungkan nama dan bunyi huruf juga memiliki dukungan dari penelitian. Piasta, Purpura, dan Wagner dalam penelitiannya mengenai pengembangan pengetahuan alfabet membandingkan pendekatan pembelajaran alfabet dan menunjukkan pentingnya pembelajaran yang membantu anak mengembangkan pengetahuan huruf secara terarah. ([PubMed Central (PMC)][3])
Namun, bagi saya, media kartu bukanlah tujuan akhir. Kartu hanyalah alat bantu.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana alat tersebut digunakan secara konsisten, bagaimana guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, dan bagaimana suasana belajar membuat mereka merasa aman untuk melakukan kesalahan.
Belajar Tanpa Takut Salah
Saya juga mengubah cara memberikan respons terhadap kesalahan. Ketika seorang anak lupa atau salah menyebutkan huruf, saya tidak membentak atau mempermalukannya. Saya mengulanginya bersama-sama. Ketika mereka berhasil mengenali satu huruf, saya memberikan apresiasi. Saya ingin mereka memahami bahwa salah bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
