Bagi saya, pembelajaran literasi dasar bukan hanya tentang memindahkan pengetahuan dari kepala guru ke kepala murid. Pembelajaran juga menyangkut bagaimana membangun keberanian anak untuk berhadapan dengan sesuatu yang belum mereka kuasai.
Anak yang takut salah akan cenderung menghindari kesempatan untuk mencoba. Sebaliknya, ketika anak merasa aman dan dihargai, ia memiliki ruang untuk terus berlatih. Karena itu, setiap kemajuan kecil saya rayakan. Satu huruf yang berhasil dikenali adalah kemajuan. Satu huruf yang tidak lagi tertukar adalah kemajuan. Satu suku kata yang berhasil dieja adalah kemajuan. Dan satu langkah kecil menuju papan tulis dengan penuh keberanian juga merupakan kemajuan.
Dari Tujuh Murid, Mulai Terlihat Perubahan
Pada awal pembelajaran, dari 25 murid kelas I, terdapat 7 murid yang belum mengenal abjad dengan baik.
Setelah kurang lebih satu bulan strategi pembelajaran diterapkan secara konsisten, mulai terlihat perkembangan pada ketujuh murid tersebut.
Dari tujuh murid tersebut: 4 murid atau 57,1% telah mengenal 26 huruf abjad. 2 murid atau 28,6% telah mampu membedakan huruf b, d, p, dan q. 1 murid atau 14,3% telah mampu mengeja kata sederhana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
