Ketika Seorang Anak Berani Maju
Namun, ada satu perubahan yang bagi saya tidak bisa sepenuhnya diukur dengan angka.
Suatu pagi, seorang anak yang sebelumnya tidak berani tampil tiba-tiba maju ke depan kelas. Wajahnya tampak berseri-seri. Ia berdiri di depan teman-temannya dan mulai mengucapkan huruf demi huruf.
A, B, C, D…
Saya memperhatikannya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Ia terus melanjutkan sampai akhirnya berhasil mengucapkan abjad A sampai Z dengan benar. Saya dan teman-temannya spontan bertepuk tangan. Bagi orang lain, mungkin itu hanyalah seorang anak yang berhasil mengucapkan alfabet. Tetapi bagi saya, momen tersebut jauh lebih besar. Saya melihat seorang anak yang mulai percaya kepada dirinya sendiri. Saya melihat keberanian yang sebelumnya tersembunyi di balik rasa takut salah.
Hari itu saya semakin yakin bahwa keberhasilan pembelajaran tidak selalu hadir dalam bentuk nilai tinggi atau kemampuan membaca yang sempurna.
Kadang-kadang keberhasilan itu hadir ketika seorang anak yang biasanya menunduk akhirnya berani mengangkat wajah dan menunjukkan kepada teman-temannya: “Saya bisa.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
