Pengawasan ujian dilakukan dengan sistem pengawas silang sesuai kesepakatan MKKS SMP/MTs Kabupaten TTS, dengan menghadirkan guru dari SMP Negeri Satap Nifubia dan SMP Negeri Nilopo.
Micsen Benu menambahkan, persiapan siswa menghadapi PSAJ tidak dilakukan secara instan, melainkan telah dimulai sejak mereka berada di kelas VII.
“Kami membangun kebiasaan membaca dan menulis sejak awal. Bagi siswa yang masih lemah, kami lakukan pendampingan melalui les tambahan selama lima bulan,” ungkapnya.
Selain itu, siswa juga dibagi dalam kelompok belajar mandiri untuk mendorong kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua.
Ia menegaskan, kegiatan menulis memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan pemahaman penggunaan tanda baca hingga melatih kemampuan berpikir.
“Dengan menulis, siswa otomatis mencari referensi. Tanpa disuruh pun mereka akan membaca,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau para orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak hingga ke jenjang SMA/SMK, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









