Kepala Desa Mio, Yermi S. Tse, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen dan mahasiswa Institut Pendidikan SoE yang dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Jagung bose yang selama ini hanya dikonsumsi secara tradisional kini bisa diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai jual dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dian Ristiani Sabat, S.Si., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Biologi Institut Pendidikan SoE, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk integrasi antara ilmu pengetahuan dan potensi lokal masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang kreatif dan mandiri. Jagung bose memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan inovatif dan tepat,” jelasnya.
Selain memberikan materi tentang pangan lokal khas NTT, tim dosen juga mengedukasi masyarakat mengenai proses produksi pangan yang higienis serta teknik pengemasan yang mampu meningkatkan daya tarik produk. Sementara itu, mahasiswa KKNT terlibat aktif mendampingi warga selama proses praktik berlangsung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
