Dari Dapur Tradisional ke Peluang Bisnis: Institut Pendidikan SoE Sulap Jagung Bose Jadi Biskuit Bernilai Ekonomi di Desa Mio

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
5bbc11aa 5757 4baa a0a7 0887ac8fd780

TTS, SNC – Jagung bose yang selama ini identik dengan makanan tradisional masyarakat Timor kini naik kelas menjadi produk modern bernilai ekonomi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Institut Pendidikan SoE bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) menghadirkan inovasi pengolahan pangan lokal berupa “Biskuit Bose” di Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di aula Kantor Desa Mio tersebut mengusung tema “Olahan Pangan Lokal Sederhana Berbasis Jagung Bose sebagai Peluang Usaha Masyarakat.” Program ini menjadi salah satu upaya nyata mendorong masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing dan nilai jual.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat pelatihan langsung mulai dari proses pengolahan jagung bose, teknik pembuatan “Biskuit Bose,” hingga cara pengemasan produk yang menarik dan siap dipasarkan. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali strategi pemasaran sederhana agar produk lokal mampu bersaing di pasar masyarakat.

  • Bagikan
Exit mobile version