Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dari Spirit Idul Adha di Undana Menuju Gerakan Sosial dan Ketahanan Pangan untuk NTT

dari-spirit-idul-adha-di-undana-menuju-gerakan-sosial-dan-ketahanan-pangan-untuk-ntt
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., saat menyerahkan daging Qurban

Menurutnya, Undana memiliki sumber daya manusia dan dukungan teknologi yang memungkinkan pengembangan pengelolaan kurban secara lebih modern. Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah pengolahan daging kurban menjadi produk kalengan.

Gagasan ini membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan daging kurban. Selama ini, distribusi daging segar memiliki keterbatasan karena masa simpannya relatif singkat. Dengan teknologi pengalengan, manfaat kurban dapat diperpanjang hingga berbulan-bulan dan menjangkau daerah-daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur.

Lebih jauh lagi, produk olahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari program peningkatan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di NTT.

Jika direalisasikan, konsep tersebut berpotensi menjadi model inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai keagamaan, teknologi pangan, dan program kesehatan masyarakat. Kurban tidak lagi dipandang sebagai kegiatan musiman, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Kampus Berdampak untuk Masyarakat

Keberhasilan “Undana Berkurban” menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran yang lebih luas daripada sekadar pusat pendidikan dan penelitian.

Baca Juga :  Pj. Wali Kota Kupang Minta Siswa SD Oesapa Kecil Tingkatkan Kemampuan Membaca dan Berhitung untuk Masa Depan Sukses
  • Bagikan