Menurutnya, Undana memiliki sumber daya manusia dan dukungan teknologi yang memungkinkan pengembangan pengelolaan kurban secara lebih modern. Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah pengolahan daging kurban menjadi produk kalengan.
Gagasan ini membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan daging kurban. Selama ini, distribusi daging segar memiliki keterbatasan karena masa simpannya relatif singkat. Dengan teknologi pengalengan, manfaat kurban dapat diperpanjang hingga berbulan-bulan dan menjangkau daerah-daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur.
Lebih jauh lagi, produk olahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari program peningkatan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di NTT.
Jika direalisasikan, konsep tersebut berpotensi menjadi model inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai keagamaan, teknologi pangan, dan program kesehatan masyarakat. Kurban tidak lagi dipandang sebagai kegiatan musiman, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Kampus Berdampak untuk Masyarakat
Keberhasilan “Undana Berkurban” menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran yang lebih luas daripada sekadar pusat pendidikan dan penelitian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









