Tanpa kecemasan, kijang mungkin tidak memiliki dorongan untuk menyelamatkan diri.
“Kalau seekor kijang melihat harimau dan dia tidak cemas, matilah dia,” demikian ilustrasi yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut.
Melalui contoh itu, dr. Ryu ingin menegaskan bahwa kecemasan pada tingkat tertentu merupakan bagian dari sistem pertahanan alami makhluk hidup.
Persoalannya bukan terletak pada ada atau tidaknya kecemasan, melainkan bagaimana seseorang mengelolanya agar tidak berkembang menjadi gangguan yang menghambat kehidupan.
Rahasia Otak Saat Manusia Menghadapi Tekanan
Salah satu bagian menarik dari pemaparan dr. Ryu adalah penjelasan mengenai respons tubuh ketika seseorang mengalami kecemasan.
Saat menghadapi ancaman atau tekanan, tubuh mengaktifkan sistem respons stres. Salah satunya melalui pelepasan hormon dan zat kimia seperti adrenalin yang mempersiapkan tubuh menghadapi situasi darurat.
Jantung berdetak lebih cepat, pernapasan meningkat, dan otot memperoleh kesiapan untuk melakukan tindakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
