Dalam ilmu biologi, respons ini dikenal sebagai fight or flight, yakni mekanisme tubuh untuk menghadapi ancaman dengan melawan atau melarikan diri.
Menurut dr. Ryu, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kecemasan bukan semata-mata persoalan perasaan. Ada proses biologis yang berlangsung di dalam tubuh ketika manusia menghadapi tekanan.
Karena itu, seseorang yang mengalami jantung berdebar, napas lebih cepat, ketegangan otot, atau gangguan pencernaan ketika cemas perlu memahami bahwa tubuh sedang memberikan respons terhadap situasi yang dianggap mengancam.
Pemahaman ini penting, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang sering menghadapi tekanan ujian, tuntutan nilai, persaingan akademik, serta kekhawatiran terhadap masa depan.
Namun, respons alami tersebut perlu dibedakan dari gangguan kecemasan. Ketika rasa cemas berlangsung berlebihan, terus-menerus, sulit dikendalikan, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
Generasi Z dan Milenial Menghadapi Tekanan yang Berbeda
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam kuliah umum tersebut adalah meningkatnya tantangan kesehatan mental pada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
