“Laut itu harusnya menjadi penghubung. Kita tidak bisa mengambil teknologi langsung saja, teknologi harus diadaptasikan dengan karakteristik daerah,” tegas Prof. Chaterina.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting dalam membaca agenda pembangunan nasional, terutama ketika pemerintah mendorong hilirisasi, pembangunan ekonomi desa, serta peningkatan produktivitas masyarakat.
NTT dan Potensi Ekonomi Biru
NTT memiliki wilayah pesisir dan laut yang luas dengan potensi perikanan, kelautan, pariwisata bahari, serta berbagai sumber daya pesisir. Namun, potensi tersebut tidak otomatis menjadi kekuatan ekonomi apabila tidak ditopang oleh riset, teknologi, infrastruktur, sumber daya manusia, serta tata kelola yang tepat.
Karena itu, Prof. Chaterina mendorong NTT agar dapat dikembangkan sebagai laboratorium nasional ekonomi biru.
Konsep ekonomi biru tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan. Aktivitas ekonomi harus tetap menjaga keberlanjutan ekosistem sehingga sumber daya laut tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








