Kedaulatan pangan, hilirisasi, pembangunan desa, dan ekonomi biru tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Keempatnya dapat dihubungkan melalui pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Desa-desa pesisir, misalnya, dapat menjadi pusat produksi sekaligus pengolahan komoditas perikanan. Perguruan tinggi dapat menyediakan riset dan teknologi, sementara pemerintah membangun konektivitas serta menciptakan iklim usaha.
Dengan model tersebut, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Pandangan yang disampaikan dalam Undana Talk Season 3 pada akhirnya menegaskan satu hal: masa depan pembangunan NTT tidak cukup hanya dengan meniru model dari daerah lain.
NTT membutuhkan strategi sendiri yang berangkat dari identitasnya sebagai wilayah kepulauan. Laut harus menjadi jalan penghubung, ekonomi biru harus menjadi salah satu mesin pertumbuhan, sementara riset dan inovasi lokal menjadi fondasi untuk memastikan pembangunan tetap relevan dengan kondisi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








