Keberhasilan menghimpun belasan hewan kurban pada pelaksanaan perdana menjadi indikator bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih tumbuh kuat di lingkungan akademik. Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus memiliki potensi besar menjadi pusat gerakan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kurban sebagai Pendidikan Karakter
Di tengah tantangan pendidikan tinggi yang sering berfokus pada capaian akademik dan kompetensi teknis, Undana mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih holistik. Melalui kegiatan kurban, mahasiswa diajak memahami nilai-nilai pengorbanan, empati, keikhlasan, serta tanggung jawab sosial.
Rektor Undana, Prof. Jefri Samuel Bale, menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Keberagaman di kampus adalah kekuatan. Kegiatan kurban ini mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika tanpa memandang latar belakang agama. Ini adalah ruang untuk merawat persaudaraan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









