Sinergi antara mahasiswa, dosen, pimpinan universitas, dan para donatur menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Kolaborasi tersebut membuktikan bahwa nilai gotong royong tetap relevan dan mampu menjawab berbagai kebutuhan sosial di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, “Undana Berkurban” berpotensi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menghubungkan nilai spiritual, kepedulian sosial, serta inovasi teknologi pangan. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Nusa Tenggara Timur, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi bagian dari solusi.
Melalui kurban, Undana tidak hanya mengajarkan tentang memberi, tetapi juga menghadirkan praktik nyata bagaimana ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









