Herdiana menekankan bahwa BPMP NTT tidak bisa bekerja sendiri. “Kami harus bermitra dengan Pemda, tetapi itu saja tidak cukup. Tantangan pendidikan di NTT cukup kompleks, sehingga kami juga perlu bekerja sama dengan media dan mitra pembangunan lainnya,” ujarnya.
Media Pers dianggap berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik dan membantu menyebarluaskan informasi mengenai program-program yang telah dilaksanakan.
Salah satu program yang menjadi fokus adalah program literasi dengan pendekatan inovatif seperti Reading Camp. Program ini telah diterapkan di beberapa sekolah dasar dan menengah pertama (SD dan SMP) di NTT, namun Herdiana mengakui bahwa implementasinya belum maksimal. Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, BPMP menggandeng media dan mitra lokal seperti Cakrawala, Sekolah Timur dan Tunas Aksara, Gramedia untuk terus memantau dan mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Selain itu, BPMP juga aktif memberikan advokasi, supervisi, dan pendampingan kepada Pemda terkait bagaimana menjalankan program prioritas pendidikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








