Ketua Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Landiana Etni Laos, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKM dilatarbelakangi oleh potensi besar pangan lokal berupa aneka sayuran yang melimpah di Desa Tunua dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan sehat bagi anak-anak.
Menurutnya, meskipun berdasarkan data tahun 2025 kasus stunting di Desa Tunua telah berhasil ditekan hingga tidak ditemukan lagi, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“PKM ini diharapkan mampu memberikan dampak pencegahan dini melalui pengolahan makanan sehat berbasis pangan lokal. Desa Tunua memiliki potensi sayur-mayur yang melimpah dan mudah diperoleh, sehingga sangat potensial dijadikan sumber pangan bergizi bagi anak,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan secara terpadu melalui edukasi gizi kepada kader desa dan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang dengan memanfaatkan sayur-sayuran lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Peserta juga mendapat pelatihan praktik pengolahan makanan sehat, seperti pembuatan bakso wortel dan mie sayur putih sebagai alternatif menu bergizi bagi anak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









