Dua Hari In House Training, Menyalakan Kembali Semangat Literasi pada 2026
Bagi Nony Kabu, keberhasilan menerbitkan buku Offline Sejenak bukanlah garis akhir perjalanan literasi SMA Negeri Fautmolo. Justru, buku tersebut menjadi pijakan awal untuk membangun budaya menulis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia memahami bahwa mengajak guru dan murid untuk mulai menulis bukan perkara mudah. Terutama bagi mereka yang belum terbiasa menuangkan ide dan gagasan melalui tulisan. Dibutuhkan kesabaran, pendampingan, motivasi, serta ruang belajar yang memungkinkan setiap orang berproses sesuai dengan kemampuannya.
Namun, tantangan tersebut tidak membuatnya surut. Nony justru melihat proses itu sebagai bagian penting dari perjalanan pendidikan.
“Memang pada awalnya membutuhkan kesabaran, karena anak-anak belum terbiasa menuangkan ide dan gagasan melalui tulisan. Tetapi itu bukan penghalang bagi saya. Justru ini menjadi langkah awal agar mereka bisa mengenali potensi dirinya, merasa bangga dengan karya yang dihasilkan, dan terus berkembang. Sebagai kepala sekolah, saya harus membuka wadah bagi mereka untuk meningkatkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








