TTS, SNC – Sebuah nama yang tercetak di halaman buku mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi seorang murid yang untuk pertama kalinya berhasil menerbitkan karya tulis, nama itu menyimpan kebanggaan yang sulit dilukiskan. Ada keberanian yang tumbuh, kepercayaan diri yang terbangun, dan keyakinan baru bahwa dirinya juga mampu menghasilkan sesuatu yang bermakna.
Dari SMA Negeri Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kisah tentang keberanian itu mulai bertumbuh. Di tengah perjalanan sebuah sekolah yang baru berusia sekitar lima tahun, Nony Kabu, selaku kepala sekolah, memilih menjadikan literasi sebagai salah satu jalan untuk menemukan, merawat, dan mengembangkan potensi guru maupun murid.
Baginya, setiap anak memiliki cerita, gagasan, dan pengalaman yang layak dibagikan. Sayangnya, tidak semua potensi tersebut dapat terlihat dalam proses pembelajaran sehari-hari. Ada pemikiran yang belum terungkap, kreativitas yang belum mendapatkan ruang, dan kemampuan yang masih tersembunyi karena belum pernah memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
