“Saya memberikan apresiasi kepada SMA Negeri Fautmolo yang telah memiliki kepedulian terhadap anak-anak dan membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka. Tidak semua sekolah mampu memberikan ruang kepada guru maupun anak-anak untuk mengembangkan potensi melalui karya tulis,” ungkap Lefinus.
Ia menambahkan bahwa setelah melakukan pendampingan secara langsung, pihaknya menemukan banyak potensi murid yang selama ini belum sepenuhnya tergali.
“Setelah kami melakukan pendampingan secara langsung kepada anak-anak, ternyata mereka memiliki potensi yang sangat luar biasa. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah yang telah membangun kolaborasi dengan berbagai mitra demi mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anak. Sesungguhnya, anak-anak membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensi mereka. Jika sekolah tidak membuka ruang, maka kita akan terus tertinggal,” tegasnya.
Pernyataan Lefinus menegaskan bahwa kolaborasi yang dibangun SMA Negeri Fautmolo bukan sekadar menghadirkan sebuah program. Lebih dari itu, kolaborasi tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan potensi murid dengan pengalaman, pengetahuan, dan pendampingan yang dapat membantu mereka berkembang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
