Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pendidik Disorot: Kontributor Kemiskinan Di NTT?

Kontributor : SN Editor: Redaksi
pendidik-disorot-kontributor-kemiskinan-di-ntt
Dr. Edwer Dethan Narasumber utama Workshop STAKRI–ELPIDA Menggugat Peran Guru dan Dunia Pendidikan di Kupang (30/1)

Pendidik Disorot: Kontributor Kemiskinan di NTT?
Workshop STAKRI–ELPIDA Menggugat Peran Guru dan Dunia Pendidikan

OPINI, SNC – Kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah lama menjadi paradoks pembangunan nasional. Di tengah pertumbuhan anggaran pendidikan, peningkatan angka partisipasi sekolah, dan beragam program afirmasi negara, kemiskinan di provinsi ini tetap bertahan sebagai persoalan struktural yang sulit diurai. Situasi ini mendorong pertanyaan mendasar yang jarang diajukan secara jujur: apakah dunia pendidikan—termasuk para pendidik—benar-benar menjadi solusi, atau justru ikut berkontribusi dalam melanggengkan kemiskinan?

Pertanyaan inilah yang secara berani diangkat dalam Workshop STAKRI–ELPIDA bertema “Teachers Who Transform!” di Kupang. Forum ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, melainkan ruang refleksi kritis yang menggugat peran guru, sekolah, dan sistem pendidikan dalam konteks kemiskinan multidimensi di NTT.

Kemiskinan sebagai Masalah Multidimensional

Selama ini, kemiskinan di NTT kerap dipahami secara sempit sebagai persoalan ekonomi: rendahnya pendapatan, terbatasnya lapangan kerja, atau minimnya akses infrastruktur. Namun, pendekatan tersebut tidak cukup menjelaskan mengapa kemiskinan tetap bertahan meskipun tingkat pendidikan formal terus meningkat.

Baca Juga :  Semangat, Doa, dan Harapan Warnai PSAJ Daring di SMP Kristen 1 Amanuban Timur
  • Bagikan