Dalam workshop tersebut, Dr. Edwer Dethan menegaskan bahwa kemiskinan di NTT bersifat multidimensional, mencakup dimensi intelektual, moral, dan karakter. Dalam kerangka ini, pendidikan tidak lagi netral, melainkan menjadi aktor kunci—baik sebagai pembebas maupun sebagai penyumbang masalah.
Jika pendidikan hanya menghasilkan lulusan yang berorientasi ijazah, minim daya kritis, miskin etos kerja, dan terlepas dari nilai moral serta spiritual, maka pendidikan berpotensi mereproduksi kemiskinan dalam bentuk baru: kemiskinan visi, tanggung jawab sosial, dan keberpihakan pada kebaikan bersama.

Kristianos Paedagogos dan Kritik atas Pendidikan Instrumental
Konsep Kristianos Paedagogos yang dipaparkan Dr. Edwer Dethan menawarkan kritik fundamental terhadap praktik pendidikan yang semata-mata instrumental. Pendidik Kristen, menurutnya, memiliki kekhasan yang bersumber dari tiga tujuan pengajaran: konfesional, kovenantal, dan antitetis. Artinya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan iman, relasi etis, dan sikap kritis terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan keadilan dan kemanusiaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









