“Saya sangat mengapresiasi penampilan para pasangan calon. Saya merasa bangga melihat keberanian mereka tampil dan menyampaikan gagasan di hadapan guru dan seluruh murid,” ujarnya.
Ia menilai para calon mampu memberikan respons yang cukup baik ketika menghadapi pertanyaan dari dewan juri, pasangan calon lainnya, guru, maupun murid.
“Cara mereka menyampaikan visi, misi, program unggulan, menjawab pertanyaan, dan memberikan sanggahan menunjukkan bahwa mereka punya kemampuan. Dari sini saya melihat bahwa mereka bisa dan layak menjadi pemimpin,” katanya.
Vevy mengatakan, debat tersebut memiliki arti khusus bagi SMA Negeri Pantola karena merupakan debat terbuka pertama yang diselenggarakan di sekolah tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi sekolah dalam membangun pengalaman demokrasi di kalangan murid.
“Ini bukan hanya soal memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Bagi sekolah kami, ini adalah pengalaman pertama melaksanakan debat terbuka. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
