Saat Ruang Kelas Memanas, Carla dan Siswa SMAN 2 Sulamu Berjuang Menjaga Konsentrasi

Kontributor : YB
saat-ruang-kelas-memanas-carla-dan-siswa-sman-2-sulamu-berjuang-menjaga-konsentrasi

Sebagian siswa masih menggunakan ruang belajar semi permanen yang dibangun melalui gotong royong masyarakat sekitar 2015–2016. Kondisinya ditandai atap rendah, dinding tipis dan berlubang, serta keterbatasan yang membuat suara antarkelas mudah terdengar.

Bagi siswa seperti Carla, keadaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang harus dihadapi setiap hari.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Belajar di tengah keterbatasan

Tidak ada yang salah dengan tuntutan agar siswa berkonsentrasi ketika guru menjelaskan pelajaran. Namun, konsentrasi bukan hanya perkara kemauan. Lingkungan belajar turut menentukan seberapa baik siswa dapat menyimak, membaca, berdiskusi, dan memahami materi.

Ketika ruangan terasa panas, siswa harus tetap berusaha mengikuti pembelajaran. Ketika suara dari kelas lain terdengar, perhatian mereka berpotensi terpecah. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai kebutuhan sekolah.

Kisah Carla membawa perhatian pada pengalaman siswa yang sering kali tidak terlihat dalam angka-angka pembangunan. Data tentang jumlah ruang kelas dapat menunjukkan kekurangan fasilitas, tetapi suara siswa menjelaskan bagaimana kekurangan itu dirasakan dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Langgar Protokol? Wakil Gubernur NTT Mendadak Masuk Sekolah, Ternyata Ini Tujuannya!
  • Bagikan