Sei-news.com, Kupang NTT – “Kalau sekolah jebol, kita mau harap dari mana lagi lahirnya peradaban bangsa ini?” Pertanyaan tajam ini dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., dalam audiensi bersama pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT.
Pertemuan ini menjadi momentum lahirnya kesepahaman strategis antara dunia pendidikan dan media untuk membangun Zona Nol Kekerasan di lingkungan sekolah serta menguatkan peran sekolah sebagai benteng terakhir pembentukan karakter generasi muda.
Audiensi yang digelar dalam rangka menyinergikan program “SMSI Goes to School” ini memunculkan urgensi baru. Di tengah masifnya paparan kekerasan, disinformasi, dan krisis literasi media di kalangan pelajar, sekolah tak lagi cukup hanya menjadi ruang belajar formal. Ia harus menjadi zona aman, ruang peradaban, dan benteng moral.
“Kita tidak hanya bicara literasi, tetapi soal bagaimana melindungi anak-anak dari kekerasan, dari bahaya di balik dinding sekolah, baik yang kasat mata maupun tersembunyi,” tegas Ambrosius.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
