Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMP Negeri 1 Amanuban Timur Tak Mau Sekadar Luluskan Siswa, Tapi Cetak Generasi Literat

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
5217bc4e 15bd 4bcc 87da 5fe087a2b2d0

Namun di balik pelaksanaan ujian tersebut, sekolah sebenarnya sedang membangun sesuatu yang lebih besar, yakni budaya literasi dan numerasi yang terus diperkuat dari tahun ke tahun.

Arnold Silla mengakui bahwa masih terdapat sebagian kecil peserta didik yang masuk ke jenjang SMP dengan kemampuan membaca yang belum lancar. Karena itu, pihak sekolah mengambil langkah khusus melalui kolaborasi bersama orang tua dan guru wali untuk melakukan pendampingan intensif kepada anak-anak tersebut.

“Selama mereka berada di kelas VII, kami fokus melakukan pelayanan kepada anak-anak yang belum lancar membaca. Tetapi jumlahnya sangat sedikit. Karena itu kami juga tidak boleh lupa mendukung anak-anak yang sudah lancar membaca agar terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, peserta didik yang sudah memiliki kemampuan membaca baik terus didorong untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan, bernalar kritis, hingga menghasilkan karya tulis.

Melalui kerja sama dengan berbagai mitra pendidikan, sekolah membuka ruang bagi guru dan peserta didik untuk aktif menulis. Bahkan, hasil dari proses tersebut mulai terlihat melalui karya-karya yang dibukukan.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat dan Negara yang Hadir: Menata Ulang Arah Kebijakan Pendidikan Nasional
  • Bagikan