Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat bagi para murid.
Lomba tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk memberikan ruang kepada murid menguji pengetahuan yang mereka miliki sekaligus melatih keberanian, kecepatan berpikir, kerja sama, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Dengan demikian, murid tidak hanya menjadi pendengar selama sosialisasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan yang menjangkau sekolah di Kecamatan Amanuban Timur, Amanuban Tengah, dan Santian tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah untuk terus menghidupkan ekosistem literasi.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten TTS bersama RELIMA Perpusnas RI juga berharap semangat gemar membaca tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus tumbuh melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, menulis, dan berbagai aktivitas literasi lainnya di lingkungan sekolah.
Sebab, membangun budaya literasi bukan hanya tentang menghadirkan buku di sekolah, tetapi memastikan buku dibaca, pengetahuan diolah, dan murid diberi ruang untuk menemukan serta menyuarakan gagasannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
