Salah satu keputusan paling tegas Nelson Nome sejak awal memimpin adalah meniadakan pungutan uang komite kepada orang tua peserta didik. Pilihan ini bukan tanpa risiko, sebab uang komite kerap menjadi sumber alternatif pembiayaan operasional di banyak sekolah. Namun, melihat kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang sebagian besar masuk kategori kurang mampu, Nelson memegang prinsip bahwa sekolah tidak boleh menjadi beban finansial tambahan.
Tanpa uang komite dan minimnya dukungan anggaran dari jalur reguler, sekolah membutuhkan model pendanaan yang otonom, adaptif, dan selaras dengan kondisi desa. Dari sinilah lahir ide peternakan ayam kampung, yang kini berkembang mencapai 300 ekor lebih, menjadi mesin ekonomi yang menopang stabilitas finansial sekolah.
Pada tahap awal, inovasi ini menghadapi resistensi dari sebagian guru. Peternakan ayam kampung dianggap pekerjaan non-akademik dan keluar dari kewajaran institusi pendidikan. Namun, Nelson Nome menggunakan pendekatan strategic experimental leadership: sebuah pola kepemimpinan yang menempatkan inovasi sebagai eksperimen terukur, dengan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









