“Saya sangat mengapresiasi tim Mental Health Project karena lewat kegiatan ini kita menunjukkan dampak Undana, dimulai dari 32 orang yang diharapkan termultifikasi. Kita ingin mahasiswa menghapus stigma negatif terkait konsultasi psikologis serta menekan angka kasus bunuh diri,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan mental mulai ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi, bukan persoalan individual yang harus ditanggung mahasiswa seorang diri.
Perguruan tinggi menghadapi tantangan kompleks dalam membentuk mahasiswa. Beban akademik, proses adaptasi, persoalan relasi sosial, tekanan masa depan, hingga persoalan pribadi dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa.
Dalam kondisi demikian, keberadaan ruang aman untuk berbicara menjadi penting.
Program peer support juga berpotensi memperkuat deteksi dini. Ketika mahasiswa memiliki akses kepada teman yang terlatih, persoalan psikologis diharapkan tidak selalu berkembang menjadi kondisi yang lebih berat sebelum mendapatkan bantuan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
