Sementara itu, tim asesor LAMSPAK menegaskan bahwa proses asesmen dilakukan secara objektif dan berbasis data. Mereka menilai berbagai komponen penting yang menjadi indikator mutu pendidikan tinggi, mulai dari dokumen akademik hingga kondisi nyata di lapangan.
Prof. Muhammad Syukur mengatakan bahwa asesmen lapangan bertujuan melakukan verifikasi terhadap data yang telah disampaikan program studi dalam dokumen akreditasi. Selain itu, asesor juga melakukan observasi langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
“Kami hadir untuk melakukan validasi dan melihat kesesuaian antara dokumen dengan kondisi riil di lapangan. Proses ini dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan asesmen, tim asesor dijadwalkan melakukan serangkaian kegiatan, termasuk wawancara dengan pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan.
Selain itu, asesor juga meninjau fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang kuliah, laboratorium sosiologi, perpustakaan, pusat data akademik, hingga berbagai dokumen yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









