Menurutnya, Undana memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut dengan menyediakan lokasi kegiatan serta membantu penyediaan sebagian material bangunan dari laboratorium Teknik Sipil.
Langkah itu dinilai sejalan dengan komitmen universitas untuk memperluas peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.
Bagi mahasiswa Teknik Sipil, keterlibatan dalam proyek tersebut menjadi pengalaman berharga yang sulit diperoleh di ruang kelas.
Selama ini mahasiswa banyak mempelajari teori konstruksi, manajemen proyek, hingga pengawasan mutu melalui buku dan simulasi akademik. Namun dalam proyek ini mereka harus menghadapi situasi lapangan yang sesungguhnya, termasuk mengelola tenaga kerja dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika mereka nantinya memasuki dunia kerja profesional.
Di sisi lain, program ini juga membuka ruang bagi para pengungsi untuk memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan kapasitas diri mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
