Dia menjelaskan bahwa pendidikan keberagaman di sekolah-sekolah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi pada siswa sejak dini, sehingga ketika mereka tumbuh dewasa, mereka akan siap menjadi bagian dari masyarakat yang plural dan beragam.
“Kita harus membangun generasi yang siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ini adalah investasi jangka panjang bagi keutuhan NKRI,” tegasnya.
Pendidikan Keberagaman sebagai Tugas Bersama
Dalam workshop ini, Winston juga mengajak para guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk turut serta dalam upaya merawat toleransi melalui pendidikan. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam membentuk pola pikir siswa tentang keberagaman. Para guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar mata pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai keberagaman di sekolah.
Mateo, salah satu guru di SMAN 5 Kupang, memberikan masukan bahwa seni bisa menjadi media yang efektif dalam mengkampanyekan keberagaman. Ia mengusulkan agar di sekolah-sekolah dibentuk sanggar seni keberagaman, yang bisa digunakan oleh siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang toleransi melalui karya seni.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








