Diskusi dalam workshop berlangsung dinamis dan kritis. Berbagai persoalan dunia pendidikan di NTT dibahas secara terbuka, mulai dari ketimpangan sistem pendidikan, keterbatasan fasilitas, kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada daerah, hingga kesejahteraan pendidik, meskipun anggaran pendidikan nasional telah mencapai 20 persen dari APBN.
Workshop STAKRI–ELPIDA ini menyimpulkan bahwa pendidikan yang bersifat transformatif menjadi salah satu kunci strategis dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan di NTT. Para guru Kristen diharapkan tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga pelaku perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









