SPK mencontohkan Labuan Bajo yang hanya menjadi tujuan wisata singkat bagi turis, tanpa adanya rencana yang lebih komprehensif untuk memperpanjang masa tinggal mereka di daerah lain yang juga memiliki daya tarik wisata.
“Labuan Bajo memang indah, tapi NTT memiliki lebih banyak lagi tempat yang bisa dijelajahi wisatawan. Sayangnya, konektivitas antar daerah yang kurang memadai membuat wisatawan hanya bertahan sebentar. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujar SPK.
Ia juga menekankan pentingnya mempromosikan daerah-daerah lain di NTT seperti Ruteng, Ngada, Ende, Lembata, dan Alor, yang memiliki keunikan tersendiri.
Menurutnya, NTT harus dikembangkan sebagai destinasi wisata terintegrasi yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung lebih lama dan menikmati seluruh keindahan yang ditawarkan.
Kemiskinan: Akar Masalah yang Harus Diselesaikan
Selain pariwisata, SPK juga menyoroti masalah kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di NTT.
Ia menjelaskan bahwa kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama maraknya perdagangan manusia (human trafficking) di daerah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









