Kritik Aktivis Pemuda, Amir Ibaratkan Kapal Digunakan untuk Berlayar Bukan Sandar di Dermaga

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240921 WA0109

“Isu SARA dan polarisasi bisa muncul dengan mudah. Pemilih yang rasional masih ada, tetapi banyak aktivis terjebak dalam fanatisme tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Pentingnya Kemandirian dan Kritikalitas

Amir juga menyoroti kemandirian finansial yang kurang di kalangan aktivis muda, yang dapat mengurangi daya kritis mereka.

Dia menekankan perlunya aktifis untuk tidak hanya mengandalkan dukungan dari senior atau donatur, tetapi juga untuk mengembangkan gagasan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kritik Amir Kiwang memberikan refleksi penting bagi aktivis muda di Kota Kupang. Agar bisa berfungsi sebagai agen perubahan, mereka perlu kembali pada idealisme yang kuat, berlayar menghadapi tantangan politik, dan tidak terjebak dalam sikap pragmatis.

“Sebuah generasi yang kuat adalah generasi yang berani menantang arus dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat”, pungkas Amir.

  • Bagikan
Exit mobile version