SN – Dalam diskusi terbaru mengenai kontestasi politik di Kota Kupang, Amir Kiwang, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, memberikan kritik tajam terhadap idealisme aktivis muda.
Dalam podcast yang ditayangkan pada 20 September 2024, Amir menggunakan metafora kapal untuk menggambarkan posisi aktivis dalam dunia politik.
Menurut Amir, idealisme yang seharusnya menjadi pilar bagi aktivis muda kini tergerus oleh kepentingan pragmatis.
“Seperti kapal yang diciptakan untuk berlayar, bukan untuk ditambatkan di dermaga, aktivis seharusnya berfungsi untuk menjelajahi dan menghadapi tantangan, bukan hanya diam dan menunggu,” ujarnya.
Kondisi Kontestasi Politik di Kota Kupang
Kota Kupang saat ini sedang memasuki fase penting menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Mendaftarnya lima bakal pasangan calon (paslon) menandakan ruang demokrasi yang semakin terbuka. Namun, Amir mengingatkan bahwa banyak aktivis muda lebih fokus pada hubungan personal dengan kandidat daripada visi idealisme mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
