“Masyarakat ingin berkasnya cepat selesai, tapi tidak perlu mahal-mahal. Ini tantangan kita bersama, bagaimana menghadirkan layanan yang cepat, murah, dan hasilnya tetap prudent,” ujar Ossy di hadapan para pejabat dan pegawai Kantah.
Ia menilai bahwa tantangan utama yang dihadapi layanan pertanahan saat ini bukan semata pada aspek teknis, melainkan pada manajemen administrasi dan proses bisnis yang belum sepenuhnya adaptif. Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan akan kepastian hak atas tanah, volume permohonan layanan dipastikan terus bertambah. Tanpa pembenahan menyeluruh, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan berkas dan menurunkan kualitas layanan.
Ossy mengingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode penting bagi penguatan tata kelola layanan pertanahan. Beban kerja Kantor Pertanahan diproyeksikan meningkat, sehingga dibutuhkan sistem pengelolaan berkas yang lebih efektif dan efisien sejak dini.
“Pengurusan berkas tidak akan berkurang, justru akan terus bertambah. Karena itu, manajemennya harus mulai dibenahi agar pelayanan tetap berjalan optimal,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
