Kabupaten Bandung bahkan dinilai memiliki potensi untuk menjadi model atau laboratorium pelayanan pertanahan nasional. Ossy mendorong agar praktik-praktik baik yang telah diterapkan dapat didokumentasikan dan direplikasi di daerah lain. Salah satu faktor yang disorot adalah kesiapan masyarakat dalam mengurus layanan, termasuk pemahaman terhadap persyaratan administrasi sebelum datang ke kantor.
“Kenapa Kabupaten Bandung bisa relatif lebih baik? Apakah karena masyarakatnya lebih teredukasi, datang ke loket sudah memahami persyaratan. Ini yang perlu kita pelajari,” ujarnya.
Selain aspek sistem dan prosedur, Ossy juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat dan berintegritas. Ia mengajak pimpinan dan pegawai untuk menjaga komunikasi yang terbuka serta menumbuhkan semangat kolektif dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Kalau spirit kita sama untuk menjaga nama baik BPN, maka kita tidak ingin institusi ini terus menjadi sasaran kritik. Kita ingin dikenal karena pelayanannya yang semakin baik,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
