Lebih lanjut, Wamen Ossy menekankan pentingnya penyederhanaan proses bisnis. Ia mengakui bahwa sejumlah prosedur layanan masih berakar pada regulasi lama yang belum sepenuhnya relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, reformasi layanan tidak cukup hanya dengan digitalisasi, tetapi harus disertai peninjauan ulang alur kerja agar lebih ringkas, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peran Kantor Pertanahan dinilai sangat strategis. Sebagai unit yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Kantah menjadi sumber utama informasi terkait hambatan dan persoalan di lapangan. Masukan dari daerah, menurut Ossy, sangat dibutuhkan sebagai bahan perumusan kebijakan di tingkat pusat.
“Orang Kantah yang paling tahu di mana sumber permasalahannya. Karena itu, suara dari Kantah sangat penting untuk memperbaiki kebijakan secara nasional,” tegasnya.
Secara khusus, Wamen Ossy mengapresiasi kinerja Kantah Kabupaten Bandung yang mampu mengelola volume layanan cukup besar dengan tingkat tunggakan yang relatif terkendali. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari kepemimpinan yang solid dan kerja keras seluruh jajaran. Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat organisasi berhenti berinovasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
