SN – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Malaka dalam rangka HUT ke-79 Republik Indonesia tahun ini diwarnai dengan berbagai masalah serius.
Sorotan tajam tertuju pada Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dinilai lalai dalam pengadaan seragam dan perlengkapan untuk para anggota Paskibraka.
Sertu Agus Do Karmo, pelatih senior Paskibraka yang telah mengabdikan diri sejak 2014, mengungkapkan bahwa seragam dan sepatu yang diterima anggota Paskibraka tahun ini tidak layak pakai.
“Seragam yang diberikan sangat tipis dan mudah robek. Sepatu latihan pun baru dipakai setengah hari sudah rusak,” kata Agus Combat, panggilan akrabnya.
Masalah ini menjadi krusial mengingat peran penting Paskibraka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kondisi seragam yang tidak layak tidak hanya mengganggu kenyamanan anggota saat latihan, tetapi juga dikhawatirkan akan memengaruhi performa mereka pada upacara puncak 17 Agustus nanti.
Selain seragam, Agus juga mengeluhkan kekurangan air minum selama latihan. Hal ini membuatnya harus merogoh kocek pribadi demi memastikan kebutuhan dasar anggota Paskibraka terpenuhi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








