SN – Israel memberikan peringatan tentang “konsekuensi lebih lanjut” setelah menghentikan masuknya semua barang dan pasokan ke Jalur Gaza pada hari Minggu (02/03/2025) kemarin. Langkah ini diambil untuk menekan Hamas agar menerima proposal baru yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh.
“Israel tidak akan mengizinkan gencatan senjata tanpa pembebasan sandera kami,” kata pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Jika Hamas terus menolak, akan ada konsekuensi lebih lanjut.”
Hamas menuduh Israel berusaha menggagalkan perjanjian gencatan senjata yang ada dan menyebut keputusan Israel untuk menghentikan bantuan sebagai “pemerasan murahan, kejahatan perang, dan serangan terang-terangan” terhadap gencatan senjata. Kedua pihak tidak menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
Mesir, yang berperan sebagai mediator utama dengan kelompok militan tersebut, mengutuk keputusan Israel untuk menghentikan bantuan dan menuduhnya menggunakan “kelaparan sebagai senjata.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









