Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rawan Korupsi : Publik Awasi Pembiayaan dan APBN Perumahan Terutama Renovasi Rumah

Kontributor : Salamuddin Daeng Editor: Redaksi
rawan-korupsi-publik-awasi-pembiayaan-dan-apbn-perumahan-terutama-renovasi-rumah
Salamuddin Daeng

Rawan Korupsi : Publik Awasi Pembiayaan dan APBN Perumahan Terutama Renovasi Rumah

Oleh : Salamuddin Daeng

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

SNC, Presiden Prabowo telah membuktikan janjinya untuk membangun perumahan rakyat secara besar-besaran melalui program tiga juta rumah. Apa buktinya? Presiden bersama DPR tahun 2026 telah menaikkan kuota rumah subsidi mencapai 45,45% dan menaikkan anggaran renovasi rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Warga miskin hingga 800%.

Sebanyak 350 ribu rumah subsidi akan dibangun Presiden Prabowo pada tahun 2026 ini. Program ini dijalankan melalui Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui Badan Penyelengara Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). BP Tapera sendiri berada di bawah koordinasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP). Tahun 2025 pembiayaan melalui FLPP adalah sebesar 220 ribu rumah. Perlu ada penekanan dalam pengawasan terkait kualitas dan hak konsumen rumah subsidi agar semakin baik dan konsumen terlindungi maksimal.

Baca Juga :  Menembus Keterbatasan: Ikhtiar Literasi dari Pinggiran
  • Bagikan